Ruwatan Suro dan Jaranan Ramaikan Kawasan Puri Mojokerto

kesenian Jaranan Putra Rama Wijaya | Foto : Cak Lubis Prapanca


MOJOKERTO — Peringatan bulan suci Suro di kawasan Puri, Kabupaten Mojokerto, berlangsung khidmat sekaligus semarak. Perpaduan antara ritual sakral dan hiburan rakyat sukses menghangatkan suasana, sekaligus menjadi medium untuk merekatkan tali kekeluargaan di tengah masyarakat.

Acara yang digelar di kediaman Yayasan Tlasih Delapan Tujuh ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya tokoh penting, yakni Panembahan Agung Tedjowulan beserta keluarga, yang turut memantau dan mendukung langsung pelestarian tradisi leluhur tersebut.

Prosesi Pembersihan Diri: Ruwat Sukerto Sukerti

Puncak dari kegiatan spiritual dalam peringatan Suro ini adalah prosesi Ruwat Sukerto Sukerti. Dalam falsafah Jawa, ruwatan di bulan Suro bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif.

Terdapat dua makna utama dari prosesi ini:

Menghilangkan Sukerto: Upaya membuang segala kesialan, nasib buruk, atau rintangan hidup.
Memohon Sukerti: Doa dan harapan untuk meraih keselamatan, keberkahan, serta keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Prosesi Pembersihan Diri: Ruwat Sukerto Sukerti | Foto : Cak Lubis Prapanca


Antusiasme Warga dan Meriahnya Kirab Budaya

Setelah rangkaian ritual ruwatan yang sarat makna spiritual selesai, acara dilanjutkan dengan kirab budaya yang melibatkan partisipasi aktif warga sekitar. Suasana yang awalnya hening berubah menjadi sangat hidup dan penuh keakraban.

Kemeriahan memuncak saat atraksi dari kesenian Jaranan Putra Rama Wijaya mulai unjuk gigi. Masyarakat tampak sangat antusias memadati area pagelaran, menikmati setiap gerak dan tabuhan musik tradisional yang disuguhkan. Kehadiran berbagai tokoh masyarakat setempat juga semakin menambah semarak acara, memberikan sinyal kuat adanya dukungan kolektif terhadap kelestarian budaya.

Pagelaran ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, terutama dalam menjaga nilai-nilai luhur di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Antusiasme Warga dan Meriahnya Kirab Budaya | Foto : Cak Lubis Prapanca

 
InformasiKeterangan
Lokasi AcaraKediaman Yayasan Tlasih Delapan Tujuh, Puri, Mojokerto
Tamu KehormatanPanembahan Agung Tedjowulan beserta keluarga
Ritual UtamaProsesi Ruwat Sukerto Sukerti (Tolak bala & mohon berkah)
Hiburan RakyatKirab Budaya dan Kesenian Jaranan Putra Rama Wijaya
Acara ini menegaskan bahwa masyarakat Mojokerto terus memegang teguh warisan adiluhung Jawa, menjadikannya sebagai fondasi yang kuat untuk merawat harmoni sosial dan spiritualitas di era modern.