Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Bersahabatlah Dengan Udara Pohonpun Ikut Bicara Ketika Ingin Melestarikan Diri


MATRA - Kalajengking mengintip dibalik tumpukan daun yang berserakan, hai teman teman ada gempa ! Teriaknya pada semut,kadal,kecoak, ular, kaki seribu ataupun makhluk mungil lainnya. Aah bukan ..itu bukan gempa tapi irama gedebum langkah makhluk yang lebih besar dari kita..

Coba lihatlah dari atas batu itu..jawab cicak yang sedang menempel di kulit pohon. Ulat kecilpun berhenti mengunyah tepi daun di pohon kecil...hai aku bisa lihat makhluk besar itulah yang disebut manusia.

Semut dan serangga kecil lainnya pun berhamburan menepi agar tidak terinjak kaki manusia yang sedang berjalan kearah mereka. Nah..kesibukan semacam itu pernahkah terpikir oleh kita?

Sementara dalam pandangan kita hanya berjalan jalan ditempat asri pemandangan indah berudara sejuk dan bersihnya oksigen yang memenuhi paru paru kita tanpa melihat dibawah kaki kita, para binatang kecil , tanah dan akar pohon sedang bekerja keras sehingga menghadirkan udara bersih yang bersahabat.

Ukuran tubuh kita adalah raksasa bagi mereka sehingga bagaimana kita sempat terpikir keberadaan mereka sangat berguna untuk menyenangkan dan membuat nyaman raga manusia.

Dahan yang bergoyang diterpa angin pun seolah ikut bicara..Hai jangan ribut aku lebih besar dari manusia..kalian bisa berlindung dari semua sisi tubuhku ini, biarkan manusia menikmati udara segar dengan aman. Gemrisik daun bercanda ria..sstt itu menurut pendengaranku lho rek..hehehe.

Yang sudah biasa terjadi selama ini hanyalah, aduh lebatnya pepohonan seperti ini indahnya sejuknya, atau ketika menginjak tanah daun berserak hati hati lho ntar disengat kaljengking, atau hai banyak semut gatal..atau hiii ada ulat bulu minggirlah ntar gatal kena bulunya, atau terkejut ketika melihat seekor kadal tiba tiba berlari gesit melintas dekat kaki kita..duuh kadal itu bikin kaget saja..atau iihh sarang laba laba itu bikin kita berpikir horor..atau woow awaaas ada ular dengan lari ter birit birit ketakutan, pada hal ular itu hanya berjalan melintas tanpa ingin melukai makhluk sebesar kita..dan masih banyak lagi ekspresi kita ketika berjalan dilingkungan yang penuh dengan rimbunnya pepohonan.

Bila kita renungkan, betapa indahnya persahabatan makhluk makhluk itu terjalin dengan cara dan bahasa mereka. Seperti ada hukum tersendiri di kalangan mereka yang bergerak secara kenalurian dalam menata siklus kehidupan mereka sendiri.

Semesta bergerak dengan caraNya, sementara kita makhluk sosial yang dianggap ciptaan yang sempurna terkadang alpa bagaimana menerapkan hukum kasih itu pada sesama makhluk Tuhan. Salam Cinta Bumi Pertiwi.