Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Candi Brahu,Sepasang Mliwis Tumurunne Hyang Bathara Bathari

Endah Koeswantoro Sepasang Mliwis Tumurunne Hyang Bathara Bathari


MATRA - Bulan belum sepenuhnya bersinar , purnama kurang beberapa hari lagi namun langit diatas Candi Brahu masih terbantu cahayanya. Malam itu beriringan rombongan pengasto pangasung sesaji berjalan perlahan memasuki pelataran Candi diiringi gamelan rampak khas Suku Tengger mengalunkan irama mistis.

Harum dupa dan bunga yang ditata indah diatas nampan ditangan putri putri cantik dalam barisan itu. Gagah perkasa menjulang tinggi dibayang kegelapan malam, tempat persembahan suci dari abad ke abad dari maha karya leluhur Bangsa yang hebat.

Hmmm bau rerumputan basah oleh embun sangat menyejukkan dada, langkah langkah itu kesana kemari dalam kesibukannya. Altar pamujan sudah cantik tertata oleh sesajian, asap harum dupa me liuk liuk samar menyebar.

Swara lembut merdu Sang Pandita dalam puja puji mantramnya yang halus merasuk ditelinga. Semilir angin menyentuh kulit ari mulai membawa atmosfir yang aneh, merinding bukan karena takut namun seolah semua terasa menyapa dan bicara dengan bahasanya. Beberapa bintang kecil menampakkan senyumnya, kilat kilat kecil bersahutan diujung Timur jauh nun disana.

Bergantian puja mantram terus terdengar, gamelan pun belum berhenti. Gadis gadis penari melambaikan selendang nya, jemari lentik, lengan mungil gandewa pinentang terus bergerak lembut ikuti irama biaskan energy alam berkidungkan nyanyian bathari bathara nan tumurun dari kahyuangan.

Tiba tiba terdengar kepakan sayap bersliweran diatas kami..sepasang burung malam bercuitan ber putar putar terbang rendah menari indah. Seolah memberi pertanda bahwa terjawablah doa puja puji kami diujung akhir dini hari.

Semua terdiam sepi menatap kearah perginya sepasang burung malam lenyap dibatas rimbunnya pepohonan yang menjulang tinggi. Harum dupa dan bunga mewangi belumlah usai, namun puisi alam telah memberi kedamaian dikedalaman nurani.

Ibu Bumi dan Bapa Angkasa telah menyapa dengan nyanyian malam dan senyum langit yang mulai tersamar dibalik awan putih berarak  membawa butiran air memercik ke raut wajah kami.

Maturnuwun Gusti swara hati menghaturkan sembah bhekti yang tiada henti. Bangkitnya jiwa jiwa kasatriya sejati yang telah lama dinanti kridhanya oleh Hyang Pratiwi. Kejayaan Nusantara akan menjadi bukti. Katur Salam Cinta Nagari.